(Jurnalistik Karya Siswa – Oleh Miim Zahidah Majid Kelas 8 ) Kehidupan memiliki banyak arti, dan bisa saja tiap orang memiliki arti kehidupan yang berbeda versinya masing masing. Pandangan orang tentang kehidupan juga berbeda-beda.
“Arti kehidupan adalah belajar. Belajar dalam banyak hal. Belajar bersikap baik, menghargai setiap momen dengan bijaksana, belajar untuk siap dengan segala kondisi, belajar untuk selalu jadi lebih baik dari sebelumnya. Intinya belajar untuk bisa mengambil hikmah yang tersirat dari Allah” ujar Bu Risti.
Ya, ini kisah tentang ibu rumah tangga dengan 5 anak sebagai amanah yang harus dijaga nya. [FN3] Ristiani Kusumawati S.Psi, kelahiran tahun 79 yang mengerti betul tentang kehidupan. Dia adalah wanita dengan kisah yang hebat. Perjuangan besar untuk bertahan, saling melindungi dan menjaga, serta perjuangan dalam mempertahankan keharmonisan keluarganya. Wanita yang akrab dipanggil Bu Risti ini tidak hanya berperan sebagai ibu rumah tangga, tapi juga berperan dalam membantu ekonomi keluarganya. Bisnisnya lancar, bahkan berkembang dengan hebatnya. Mulai dari coklat, hingga permen jelly.
Itu bukan sesuatu yang bisa dianggap enteng, beliau merasakan pahitnya kehidupan. Tapi disamping itu, selalu ada keluarga atau teman berharga yang siap membuat kenangan manis bersamanya. Beliau sering jatuh, tapi beliau tau caranya bangkit. Beliau beberapa kali gagal, tapi juga selalu tau solusinya. Empat puluh tiga tahun usianya, beliau hidup didunia ini untuk belajar tentang kehidupan. Dan beliau sudah mendapatkan jawabannya. Jawaban itu tentu tak didapatkan dengan mudah, Beliau harus berhadapan dengan keterpurukan yang mendalam. Ya, beliau tau cara bangkit.
“Saat dalam keterpurukan, yang wajib dilakukan hanyalah sujud. Tidak ada yang mampu mengurai setiap helai masalah kecuali Allah. Satu hal yang wajib diingat lagi , setelah kesulitan ada kemudahan. Allah mengulang hingga dua kali dalam satu surat dengan ayat yang berurutan” jawab Bu Risti dengan tegas.
Tentu bukan hanya keterpurukan yang dirasakannya, ada banyak kebahagiaan besar yang menemuinya setelah itu. Dari hal hal itu, banyak sekali hikmah hikmah kehidupan yang didapatkannya.
“Setiap manusia, sedang meniti takdirnya. Selalu berbaik sangka adalah solusinya. Tetap berbuat baik meskipun orang lain berlaku sebaliknya”. Wajahnya tersenyum. Sungguh bila kalian melihat senyumnya, mata kalian takkan kuasa menahan tangis.
Semua telah dilaluinya, mulai dari hal yang membuatnya bahagia, sedih, kecewa, hingga perasaan marah. Banyak sekali kenangan yang telah diukirnya. Dan itu semua dihadapi dengan penuh kesabaran serta ketabahan, seperti prinsip yang masih digunakannya hingga sekarang, pantang menyerah.
Saat ditanya kesan dan pesan serta panutan, beliau menitipkan pesan bermakna terhadap para remaja di Indonesia. “Tetaplah bersikap baik apapun kondisinya, dengarkan dan jalani setiap nasehat yang sesuai dengan Allah dan Rosul SAW”. Dan kesan yang beliau dapatkan, ”Banyak hal yang tak bisa diprediksi, meski mengundang senyum dan airmata, tapi Allah menitipkan banyak kebahagiaan”. Sungguh, kesan dan pesan yang indah.
“Idola dan panutan, ya Rosulullah SAW beserta shohabat dan shohabiyahnya. Karena, semua kisah kehidupan solusi ada pada mereka”. Sambung beliau sebagai kata penutup.
Karya : Miim Zahidah Majid Kelas 8





